Sabtu, 30 Juni 2007

HiLaNGNya CiNta


sebeNranya sih" aku malu sampai meNuangkan cerita ini, tapi apa daya kekerasan hati ini untuk menyimpannya akhirnya terhempaskan oleh waktu yg mengikisnya.... ugh!!! Akhir-akhir ini aku selalu teringat dengan seseorang yg pernah masuk dalam kehidupanku... stiap detik, menit atau jam, raut senyumnya selalu terlintas dalam memory pikiranku.. sempat terbesit dalam nafas kalbuku sbnrnya apa yg terjadi dgn diriku? hingga senyumnya selalu hadir dalam pikiranku? sejak saat itu hampir stiap hari aku selalu membodohkan diriku sendiri... padahal momment2 bersamanya sudh berlalu sangt lama..

Setiap mengingatnya air mata ini pasti mengalir deras... dan seakan tak ada muara yang dapat menampung derasnya linangan airmata.. rasa perih bercampur rindu juga seakan menyatu dalam debu penderitaan ini.. semua kenangan bersamanya masih terkekam hebat dlm ingatan, makanya diri ini terlalu rumit untuk menghapus kenangan ini, aku sadar bahwa cinta itu tidk harus memiliki. tapi kenapa harus ada pertemuan kalo berakhirnya sprti ini?? knp?.....knp?.....dan knp?? padahal aku pernh berjanji pada diriku sendri.. kalau diri ini ingin sekali pergi dan menjauh dari kisah ini...dan tidak mau mengingatnya kembali. tapi kini smua kisah itu dgn sendirinya muncul bgitu saja. "suNgguh, melepaskan seseorang yang aku cintai dan menerima bahwa dia tidak lagi bersamaku itu sesuatu yang sangat menyakitkan seluruh relung jiwa. tapi aku yakin semuanya akan sembuh seiring berjalannya waktu.. tpi sampai kapan? hanya tuHan yG mengetauhi. Dan kalau mau jujur dialah yang ingin aku jdikan pendamping hidupku, dan berjuang bersama dia dalam menapaki susah-senangnya berumah tangga.. tapi Allah sang pengadil kehidupan ini berkehendak diluar keinginanku.. mungkin dia bukan ditakdirkan untukku. dan mungkin juga ada kebahagiaan tersembunyi yg akan diberikan sang khailq setelah dErita ini.. amin!! smoga ada benarnya..

Hidup ini tak seindah yang kuharapkan, hidup ini juga tak semudah yang aku bayangkan. kini aku perlu mengatur semula jalan hidup ini. aku tak ingin menambah beban hidup hanya seorang yang begitu teganya meninggalkanku tanpa meninggalkan sepucuk pesanpun...biarlah susah senang kutanggung sendiri..mungkin garis kehidupanku sprti ini..

Cinta ibarat air mancur…dimana airnya digunakan oleh pelaku cinta untuk dicurahkan ke dalam roh-roh mereka yang kuat, yang membuat mereka bangkit diantara bintang-bintang malam dan menyenandungkan nyanyian pujian dihadapan matahari. Namun cinta juga bisa menjadi racun mematikan. Seperti napas ular berbisa yang menderita, terbang melayang dan berputar menembus langit sampai dia jatuh tertutup embun, hanya untuk diminum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya...itulah gambaran cinta yang aku dapat dalam perjalanan hidupku.. kadang menyenangkan di lain waktu dia ibarat srigala yg siap menrekam jiwa...

Ya Allah andai waktu bisa di putar kembali, betapa bahagaianya hamba ini dalam mengarungi samudrea kebersamaan itu. hambaMu sadar dan tauh kalau dalam segala bentuk kehidupan tidak selamanya menjdi abadi, semuanya akan sirna ditelan jaman. demi permohonan HambaMu apakah Engkau Yang Maha Kuasa mau mengabulkan pintaku? tapi sebelum smuanya berakhir, aku punya satu permintaan.. ya Allah penguasa langit dan bumi? sblm senja itu menjemputku (ajal), aku ingin sekali menatap wajahnya, meresap auranya dan merekam suaranya untuk ketenangan jiwa hambaMu ini. cuma itu permintaanku. cintaku kepadanya telah mengakar & mendarah daging. aku yakin Engkau yang maha Tauh pasti mengetehaui galau hati ini.. krana ini milikMu. dan unTukmu yang meninggalkanku entah dimana wujudmu, hanya selaksa doa yg ku kirim buat mu, smoga bahagaia bersamanya. "skrng!!! hanya namamu terlukis dalam catatan harianku, wajah dan wujudmu masih terlukis dalam sktetsa mimpi-mimpiku..

--PersembahaN--

"OraNg YG diRuNduNg kEgeLishaN"

Senin, 25 Juni 2007

GorEsaN uNtuk saHabatku

Sengaja aku buat tulisan ini sebagai ungkapan rasa rinduku kepada sahabat-sahabatku. Sosok orang-orang yang tak pernah aku temui sejak perpisahan sekolah sampai dengan sekarang. Hari itu dimana menjadi hari terakhir kami bersama, menentukan jalan hidup yang tak searah, laksana bunga kapas terbawa angin di musim kemarau. Bungapun ikut kemana angin membawanya, semua terpencar. Saat aku dirundung rasa bimbang, bayangan mereka yang selalu terbawa kemanapun aku melangkah. Walaupun aku tidak pernah tahu, rindukah mereka padaku seperti aku merindukan mereka!? Aku sedang dilemma… aku butuh seseorang yang bisa membuatku tersenyum, siapa dia?

Sahabt2 ku!!
Senyum kalian selalu menjadi arti ketika perasaanku tak menentu, kalian menjadi penopang ketika aku hendak terjatuh, kalian bisa menghadirkan kembali keceriaan itu ketika aku sedang sendiri. Duh… aku kangen banget deh sama kalian. Inget gak! waktu pulang sekolah kita naik kelapa di pantai, ha..ha..ha .. ga tau tuh kelapa siapa yg kita ambil….tapi semua itu punya kesan yg tiada terhingga…. Butuh kerja keras untuk memetik kelapa dri atas. Habiz makan siang semuanya ke pantai mancing ikan, Terus inget juga ga setelah sholat idul adha kita jalan-jalan ke Gunung, itulah hari terakhir kita bersama…masih bnyk kisah indah di masa itu.. sobat? kliakan takkan pernah hilang dari ingatanku selamanya, tidak ada yang bisa seperti kalian. Walaupun di sini aku punya banyak teman, tapi kalian tetap yang terbaik. Sang Khalik telah mentakdirkan kita bertemu sebagai sahabat, sebagai saudara, Dia memang Maha Penyayang. Ya tuhan ku!! Bersama mereka, langit mendung terlihat cerah, tanpa mereka haripun tetap cerah karena mereka tak pernah sirna ditelan jarak. Sinar persahabatan yang selalu menerangi jalan hidupku, tatkala aku sedih… mereka yang bisa mengembalikan senyumku. Tatkala aku bahagia… aku begitu bersyukur punya sahabat seperti mereka. Kata demi kata yang tergores di blog ini hanya mampu mewakilkan sedikit saja rasa syukurku mereka terlahir sebagai penyemangat hidupku.

Rasa syukur kepada-Mu yang Maha Rahman Maha Rahim atas karunia yang diberikan padaku dengan menghadiahkan sahabat-sahabat bagiku, rasa cintaku begitu besar pada-Mu. Tak bisa terbayang oleh logika Kau menciptakan sahabat-sahabat yang begitu berarti di mataku. Walaupun sekarang sulit atau tidak mungkin lagi kita seperti dulu, tapi kalian selalu dalam hatiku. Selamanya kalian ada dalam hatiku! Baik-baiklah kalian semua semoga Allah memberikan perlindungan kepada kalian semua seperti Dia telah melindungiku… semoga kalian senantiasa diberi kebahagiaan sebagaimana bahagianya aku diberikan kalian semua. Aku sayang banget sama kalian semua, mari kita jaga ikatan ini, aku kangen banget nih ama kalian pengen kumpul bareng lagi.

Canda dan tawa yang pernah terukir selama kita bersama di sekolah selalu menjadi pengobat rasa galau hatiku. Bagiku kalian yang terbaik, no one knows about that… kalian penyemangatku, inspirasiku, senyumku… kalian semua selalu bersamaku. Bagiku sahabat adalah sahabat, bukan materi dan kedudukan yang membuat kita bisa menjadi sahabat. Yang menjadikan kita sahabat adalah karena kalian tulus untuk merangkai persahabatan. Walaupun kalian kadang-kadang bikin aku kesal, marah, tapi kebaikan kalian jauh melebihi kekesalan dan kemarahanku, itulah yang membuat semuanya terasa indah untuk dikenang. Terima kasih untuk semuanya… aku sayang ama kalian smua…

Tulisan diatas aku tujukan buat sahabat-sahabatku yang sekarang hanya bisa kudengar suaranya dari telepon. Walaupun mereka mungkin tidak pernah tahu aku menulis seperti ini, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengungkapan isi hati betapa berartinya mereka buat aku. Semoga mereka bisa merasakannya! Amin…..ya robbal alamin….

Dari : sahabt

untuk sahabt

tUk Adikku yG tErsayaNg

Assalamu’alaykum wr.. wb…

Duhai adikku sayang!!
Hal yang tidak pernah luput dan selalu kk ingatkan, Wahai adikku, ta’atlah kepada Allah dalam keimanan dan ketakwaan yang tulus tanpa batas.. dalam lautan tekad amal sholeh yang penuh keikhlasan. Laksanakan perintah-Nya dan jauhilah segala larangan yang dapat menjerumuskan kita ke lembah yang hina dalam kubangan maksiat dan dosa.

Wahai adikku….
Berbaktilah kepada Ibu&Bpk, Sesungguhnya inilah rahasia sukses saat kita menapaki peran menuju kebahagiaan di dunia ini dan di akhirat kelak. Dek, tak lupa kk ingatkan, saat berbicara dengan Ibu&Bpk, rendahkanlah suaramu dan lembutkan tutur sapamu.... Jangan pernah sedikit pun terlontar kalimat -bahkan sekedar kata- yang dapat menyakiti hati mereka. Jangan lakukan itu Dek,, Ta’at dan turuti segala perintah mereka seraya menghadiahkan salam dan lantunan do’a tulus kita kepadanya, Do’akanlah selalu, semoga Allah swt. senantiasa mencurahkan hidayah-Nya agar kita semua selalu ta’at dalam celupan ampunan dan ridho dari Nya.

Adikku sayang!!.
Tumbuhkan kesadaran bahwa sebenarnya, saat ini, kita sedang berpacu dalam melakukan berbagai aktivitas untuk menelurkan berbagai prestasi yang dapat menyenangkan hati mereka,..Hanya dengan demikianlah, wahai Adiku, akan terbukti seberapa besar rasa cinta dan sayang kita pada Ibu&Bpk selama ini, Dek,,,,,,alangkah indahnya keluarga sakinah-mawaddah-warahmah itu. Mari kita tuju... Semoga rumah tangga seperti itu kian hadir di tengah keluarga kita masing-masing. Amin.....

Adikku yang baik!!.
Jangan habiskan usiamu dalam usaha-usaha yang hampa. Jangan buang waktumu dalam perbincangan tak berguna. Sebaliknya, renungkan dan ingatlah Allah. Bacalah Al-Quran Bimbinglah orang-orang yang tersesat ke jalan yang terang-benderang. Temukan sahabat yang tepat, yang akan menjadi pendukungmu, seorang kawan perjalanan yang baik di jalan kebenaran.dia akan selalu menemanimu dikala sedih maupun senang, karena Iman adalah sebuah benih. Ia tumbuh menjadi sebatang pohon dengan pengairan dan penyinaran yang bagus dari seorang sahabat yang beriman.......

Renungkanlah nasehat itu Dek, semoga dengan demikian, akhlaq dan amal sholehmu bertabur berkah.ingat, jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu..Karena meninggalkan sholat adalah dosa. Dan orang berdosa, tentunya tidak akan masuk syurga. Biasakanlah ber’amal sholeh sejak dini agar kelak keistiqomahan itu mengakar kokoh di dalam kepribadian kita.

Adiku TerciNta!!
Hiasilah keseharianmu itu dengan membaca al-Qur’an, membaca buku dan akhlak yang baik. Tekunlah belajar untuk mengumpulkan bekal di masa depan yang cerah, Sebab, ilmu adalah sebaik-baik bekal karena ilmu bak mutiara yang tak akan pernah usang sampai akhir zaman......

Ingatlah Dek, jangan biarkan waktu kamu itu terbuang percuma dengan melakukan aktivitas yang sia-sia.. Tinggallah di rumah dan kurangi berkeliaran di luar rumah. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita kerjakan di dalamnya.. Mulai dari belajar, membaca, mengaji, membersihkan rumah, bahkan sampai bermain sekali pun. Yang terpenting, ingat waktu dan bertanggung jawab dalam menjalani peran yang adik emban.

Wahai adikku yang baik!!
Demikianlah pesan singkat dari kk. Sebenarnya, kk mengirimkan surat ini bukan bermaksud tuk menggurui. Namun, betapa besarnya harapan ini agar adikku yg satu ini dapat menjadi anak yang sholeh bak prajurit-Nya yang bertakwa. Itu yang kk harapkan dari kamu... yang tiada lain agar mewujud pribadi yang sholeh itu ke dalam diri adik itu sendiri...Untuk itu, bersegeralah, ubah semua perilaku buruk yang terpatri selama ini dengan menghadirkan akhlaq dan prestasi yang mulia. kk pun –insyaAllah- selalu mendo’akan kamu dan Ibu&Bpk dirumah, semoga Allah memudahkannya..

Oh iya, sampaikan salam kk pada bunda dan Bpk dirumh,..=).....deK? Do’akan kk ya, semoga Allah swt. memandu segala urusan dan meridhoi kita semua, amin.

Wassalamu’alaykum wr..wb…
from ka achzan

Sabtu, 23 Juni 2007

Tuk mu Bunda terciNta

terima kasih bunda!!

Atas teh hangat yang engkau suguhkan di tiap pagi dan sore atas teriakan sayang yang berkumandang tiap subuh, membangunkan si bengal ini (walau mesti engkau ulangi hingga puluhan kali…bukan.. bukan karena diri ini tidak terbangun! Sungguhh, telinga ini sangat sensitif dengan teriakan engkau. Namun telinga ini begitu rindu dengan suara kasihmu itu….atas alunan doa-doa yang tak henti engkau panjatkan di tiap penghujung sholatmu, doa yang sama, kebahagiaan teruntuk buah hatimu…atas tiap bulir keringat yang jatuh dari pagi hingga petang, jerih payah menambah penghidupan untuk buah tercintamu…..

Kau adalah gemerlap bintang di langit malam

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah pendar rembulan di angkasa sana,

Bukan!, kau lebih dari itu,

Kau adalah benderang matahari di tiap waktu,

Bukan!, kau lebih dari itu

Kau adalah Sinopsis semesta

Itu saja.

Bunda!!!
Atas perbagai kisah yang selalu engkau ceritakan dulu sebagai pengantar tidur atas ajaran, atas bimbingan, atas senandung indah, atas hembusan nafas…atas segenap cinta, kasih sayang yang hingga matipun, diri ini takkan pernah sanggup membalas, walau hanya setengahnya…

Tangan bunda adalah perpanjangan tangan Tuhan, begitu yang pernah aku baca. Bahkan, kata sebuah hadits, seandainya di dunia ini ada makhluk yang pantas disembah, maka makhluk itu adalah ibu. “Ibumu…… Ibumu…… Ibumu….” Begitu ulang lisan mulia Rasulullah hingga tiga kali, ketika salah seorang sahabat menanyakan siapa yang paling pantas untuk dihormati.

Seberapa dalam cinta dan hormatku, kamu, kita? Pada makhluk yang bernama IBU? Sedalam lautankah? setinggi gunungkah? Atau hanya sebatas remang cahaya lilin yang tak berdaya di terobos terik matahari? Atau hanya sebagai fatamorgana yang munculnya hanya menipu… ketika mendekat hakikatnya tiada!

Bunda!!
Aku masih ingat ketika kecil dulu, ketika naik perahu mau ke pasar, bersama ayah dan bunda, ketika itu dengan manja, kepala kecil n’ jelek ini merebahkan diri ke paha bunda. Saat itu langsung ku pandangi dengan asyik awan lembut berarak, begitu teduh…. kualihkan pandangan ke wajah bunda….ya Allah, wajahmu selayaknya awan putih kebiruan begitu lembut dan meneduhkan…. belaianmu begitu menenangkan…. hingga kini, bila aku rindu dengan bunda, cukup kutengadahkan wajah ke langit, ke awan-awan kebiruan, karena aku yakin wajah bunda ada disana.. Dan begitu banyak cerita manis tentang kasih sayang engkau. Saat menyeberangi titian, kau gendong tubuh mungil ini, karena engkau cemas buah hatimu terjatuh, namun nyatanya dirimu yang oleng dan terjatuh. Saat itu tiada dendam sedikit pun. Raut mukamu malah mencemaskan buah hatimu ini…

Bahkan saat buah hatimu ini usil bermain ketika menuruni tangga dan mendorongmu dari belakang, dan kau terjatuh di anak-anak tangga, kakimu terkilir, dan sakitnya terasa hingga kini….. raut mukamu masih begitu…. Tak ada sesal disana.

Begitupun ketika mulutmu sampai berdarah terluka akibat ulah bocah cilikmu yang asyik main loncat-loncatan hingga menghantam dagu indahmu…. Hanya meringis…. Matamu tetap penuh kasih….. tak pernah ada dendam disana… hangat… Sehangat dan sesetia dirimu menemani setiap saat dimana bocah cilikmu meronta kesakitan, dimana hanya pelukmu dan belaianmu yang bisa menjadi penawarnya….

Dimana engkau selalu ada di setiap saat, kala bahagia, kala derai air mata.Dan hingga ujung waktu, bahkan hingga hari akhir kelak, diri ini berharap kasih sayang itu tetap terasa…. tetap wujud hingga berkumpulnya kita kembali di surga-Nya kelak.

Goresan buat bunda…..

Ingin ku dekap… dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doamu kau siramkam di sekujur tubuhku
Dengan apa membalas….

Ya Ilahi, diri ini tak pernah akan sanggup membalas cinta dan kasih sayangnya. Sejuta maaf tak kan bisa menebus dosa hamba padanya… Hanya cinta dan kasih sayang-Mu yang sepadan sebagai balasan cinta dan kasih sayangnya…

Rabbighfirlii wa li walidayya…..Warhamhumaa kama rabbayanii saghiiraa….

“Trima kasih atas smuanya bunda”
"I miss yOu Mom''

'Ananda Achzan Atan'